Minggu, 30 November 2008

jenis rumput laut

Rumput laut adalah salah satu sumberdaya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut. Dalam bahasa Inggris, rumput laut diartikan sebagai seaweed. Sumberdaya ini biasanya dapat ditemui di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang. Rumput laut alam biasanya dapat hidup di atas substrat pasir dan karang mati. Beberapa daerah pantai di bagian selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, rumput laut banyak ditemui hidup di atas karang-karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak. Di pantai selatan Jawa Barat dan Banten misalnya, rumput laut dapat ditemui di sekitar pantai Santolo dan Sayang Heulang di Kabupaten Garut atau di daerah Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang. Sementara di daerah pantai barat Sumatera, rumput laut dapat ditemui di pesisir barat Provinsi Lampung sampai pesisir Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam.

Selain hidup bebas di alam, beberapa jenis rumput laut juga banyak dibudidayakan oleh sebagian masyarakat pesisir Indonesia. Contoh jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan diantaranya adalah Euchema cottonii dan Gracelaria sp. Beberapa daerah dan pulau di Indonesia yang masyarakat pesisirnya banyak melakukan usaha budidaya rumput laut ini diantaranya berada di wilayah pesisir Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Lombok, Sulawesi, Maluku dan Papua.

kandungan rumput laut

Indonesia sebagai negara maritim, mempunyai prospek yang cukup cerah dalam memproduksi rumput laut dan turunannya, terbukti beberapa daerah yang telah menghasilkan berbagai jenis rumput laut yang mampu memasok bahan baku produk primernya, untuk meningkatkan produktivitasnya perlu ditingkatkan pula budidayanya, dan dengan kemajuan iptek serta sentuhan biotek dapat kiranya dihasilkan rumput laut yang mempunyai kualitas yang tinggi, dengan spesifikasi : kandungan komponen primer yang tinggi, umur panen lebih singkat, dan tahan terhadap penyakit serta kontaminan, bahkan kondisi lingkungan yang ekstrim sekalipun.

Di beberapa negara timur jauh dan kepulauan pasifik rumput laut digunakan sebagai sumber makanan, sejumlah besar penduduk daerah maritim secara langsung ataupun tidak langsung mengkonsumsi atau berhubungan dengan berbagai bentuk produk alga laut, dimana rumput laut ini berguna bagi makanan manusia ataupun untuk hewan, juga obat-obatan, agar kultur, dan sebagai sumber bahan baku berbagai industri (Graft. 1982).

Setiap hari sekitar 168 species alga telah dikomersilkan, di Jepang, China, Taiwan dan Korea, diantaranya : Porphyra (nori), Laminaria (kombu), Undaria (wakane).

Di Jepang industri nori dan porphyra mencapai hasil panen seluas 60.000 ha.

Di negara-negara barat, rumput laut merupakan sumber phycocoloid” agar, karagenan, dan alginat. USA merupakan industri dan konsumen terbesar dari pikokoloid, tetapi tetap menggunakan bahan baku impor, (Anggadireja dkk, 1996). Oleh karena itu maka kesempatan Indonesia untuk memproduksi secara besar-besaran di perairan Indonesia yang cocok bagi pertumbuhan alge sebagai bahan baku pikokoloid untuk memenuhi kebutuhan negara-negara pengimpor. Bahkan produk jadipun merupakan tantangan bagi Indonesia untuk memproduksinya. Dengan teknologi proses yang sudah dimodifikasi tentu mampu menghasilkan produk bermutu sesuai dengan standar Internasional, tinggal bagaimana cara mempromosikannya ke negera-negara pengguna, sementara kebutuhan lokalpun masih di dominasi oleh produk impor, padahal kita mampu memproduksinya sendiri.

Rumput laut merupakan bagian dari tanaman perairan (alge) yang diklasifikasikan ke dalam 2 kelas yaitu makro alge dan mikro alge. Rumput laut termasuk pada kelas makro alge, yaitu penghasil bahan-bahan hidrokoloid, selain mengandung bahan hidrokoloid sebagai komponen primernya, rumput lautpun mengandung komponen sekunder yang kegunaannya cukup menarik yaitu sebagai obat-obatan dan keperluan lain yang cukup penting seperti kosmetik dan industri lainnya.

Rumput lautpun banyak digunakan sebagai bahan makanan secara langsung karena mempunyai kandungan gizi yang cukup baik sehingga dapat menyehatkan.

Hipotesis : Luas perairan Indonesia cukup potensial bagi budidaya penghasil makro alge, artinya dapat menghasilkan bahan baku atau produk jadi yang cukup besar dengan tantangan produk berstandar Internasional, sehingga impor dapat dikurangi bahkan ekpor dapat ditingkatkan.

§ Agar-agar 1. Terpenoid berhalogen, pada alga merah

§ Karagenan 2. Aktogenin bromine, sebagai anti biotik

§ Alginat 3. Halogen & klorin, pada alga biru

§ Fulcelaran 4. Terpenoid aromatik, pada alga coklat

5. Laminin – dari laminaria angustata, -

sebagai hipotensif

6. Isoprenoid – dari plocanium cartilagine-

um punya efek hiperrefleksia

7. Terpen – dari plocanium costatum,

sebagai insektisida

8. Di terpen alkohol – dari caulerpa Sp =

caulerpol dalam garam asetat

9. Diethyol –A dan Pachydietyol A – dari

Dictyotis Sp.

Potensi Rumput Laut Dalam Industri Obat

Anti Hipotensi

Anti Bloodcholesterol

Anti Toksik

Anti Sedatif

Anti Hiperrefleksia

Anti Bakteri

Anti Cholinergic

Anti Imflamatory

Anti Fungal

Anti Tumor

Anti Confulsant

Anti Piretik

Anti Lifemic

Anti Inotropic

Anti Oksidasi

Laminaria Japonica, Sargasum fusi forme, Ulva Sp, Porphyra Sp untuk Beri-beri, Cacingan, Gondongan, Batuk, Bronhitis, Asma, Gangguan Kelenjar, Anti Piretik dan Lotin Penyegar.

Kandungan gizi rumput laut : Karbohidrat : 39 - 51 %

Protein : 17,2 - 27,13 %

Lemak : 0,08

Abu : 1,5 %

Mineral : K, Ca, P, Na, Fe, I

Vitamin : A, B1, B2, B6, B12, C (caroten)

Sifat-sifat Karagenan

Karagenan diberi nama berdasarkan persentase kandungan ester sulfatnya : Kappa : 25-30%, Iota : 28-35% dan lambda : 32 –39%. Larut dalam air panas (70oC), air dingin, susu dan larutan gula, sehingga sering digunakan sebagai pengental/penstabil pada berbagai minuman atau makanan. Dapat membentuk gel dengan baik, sehingga banyak digunakan sebagai penggel dan thichemen.

Aplikasi Karagenan

Karagenen dapat diaplikasikan pada berbagai produk sebagai pembentuk gel atau penstabil, pensuspensi, pembentuk tekstur emulsi dll, terutama pada produk-produk jeli, jamu, saus, permen, sirup, puding, dodol, salad dressing, gel ikan, nugget, produk susu, dll, bahkan juga untuk industri kosmetik, tekstil, cat, obat-obatan, pakan ternak dll.

Aplikasi Agar-agar

Agar-agar paling banyak digunakan sebagai hidrokoloid, terutama pada pangan, farmasi dan kosmetik. Bidang mikrobiologi dan bioteknologi lebih banyak menggunakan agar-agar dengan kemurnian yang tinggi, yang hanya dapat dipenuhi oleh produk impor, bahkan media pertumbuhan mikroorganisme dan preparasi kultur jaringanpun, menggunakan agar-agar impor yang sangat banyak, yang merupakan tantangan bagi kita untuk merebutnya.

KESIMPULAN

Dari contoh-contoh tersebut dapat disarikan bahwa betapa besarnya potensi rumput laut di Indonesia untuk dimanfaatkan diberbagai bidang : industri, kesehatan, farmasi, kosmetik, pangan, tekstil dll, baik dari komponen primernya ataupun komponen sekundernya, khususnya yang menggunakan komponen hidrokoloid. Akhirnya bagaimana upaya kita untuk meningkatkan budidaya dan produksinya, sehingga setiap tempat yang berpotensi dapat dimanfaatkan secara optimal. Kita harus yakin bahwa kita mampu memproduksi berbagai produk primer dan sekunder dari rumput laut yang cukup berlimpah di perairan kita sendiri, bahkan dengan mutu yang baik (Internasional) yang mampu menyaingi produk impor. Contoh untuk karagenan dan agar-agar yang diproses dengan baik sesuai standar mutu Internasional tentu akan mampu menutupi kebutuhan lokal yang sampai saat ini 80% masih dipenuhi oleh impor, khususnya agar-agar yang banyak digunakan untuk media pertumbuhan mikroorganisme dilaboratorium mikrobiologi dan biotek yang semuanya produk impor. Sudah saatnya kita memproduksi sendiri dengan mutu yang sama dan dapat bermanfaat unrtuk sekolah-sekolah dan perguruan tinggi yang membutuhkannya. Disamping itu diversifikasi produk dari agar-agar dan caragenan-pun dapat dijadikan produk-produk yang menyehatkan karena berserat tinggi.


kegunaan rumput laut

Mudah larut dan turunkan kolesterol

Minuman segar dengan bahan rumput laut dewasa ini semakin memasyarakat. Ada juga yang memanfaatkan rumput laut sebagai bahan dasar agar-agar dan sayuran, bahkan ada yang memanfaatkan sebagai obat tradisional. Sebagian lagi diproduksi sebagai suplemen untuk kesehatan. Kini dengan mudah produk makanan kesehatan yang berbahan dasar dari rumput laut ini didapatkan. Di Jambi sendiri produk berbahan dasar dari rumput ini bisa ditemukan di apotik-apotik, toko-toko, atau penjualan melalui sistem multi level marketing (MLM). Kemasan yang dibuat juga cukup menarik, sehingga mempunyai daya pikat tersendiri.

Dalam bentuk makanan segar makanan rumput laut ini bisa ditemukan untuk campuran minuman dan makanan. Seperti es campur dan beragam jenis makanan lainnya. Tren penggunaan makanan nutrisi ini jauh meningkat. “Permintaan terus meningkat,” kata Dasrul, salah satu distributor nutrisi rumput laut di Jalan Pattimura kepada Jambi Independent kemarin. Bahkan dia mengaku kewalahan melayani permintaan pembeli.

Lalu apa sebenarnya manfaat rumput laut ini? Menurut dr Kurniadi, dokter di RSUD Raden Mattaher rumput laut, terutama rumput laut cokelat mengandung besi, yodium, dan mineral-mineral lainnya. Selain itu rumput laut Sargassum untuk anti-bakteri, anti-tumor, anti-tekanan darah tinggi, mengatasi gangguan kelenjar, penyakit goiter (gondok), dan stylophora digunakan untuk mengatasi penyakit jantung. “Hasil penelitian rumput laut coklat jenis Sargassum yang potensial untuk bahan makanan dan obat-obatan adalah sargassum polycystum,” jelasnya kepada Jambi Independent kemarin.




Karena mengandung iodium, protein, vitamin C dan mineral seperti Ca, K, Mg, Na, Fe, Cu, Zn, S, P, dan Mn, merupakan obat gondok dan kelenjar lainnya, anti-bakteri, anti-tumor, sumber alginat, tannin, fenol dan auxin, serta zat yang merangsang pertumbuhan dan zat yang dapat mengontrol polusi logam berat. Pemanfaatan rumput laut terus meluas. Selain itu, kata Kurniadi, alginat yang diekstrak dari rumput laut cokelat pemakaiannya dalam industri sangat luas, di antaranya dalam industri makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, kertas, deterjen, dan sebagainya. Dalam industri, Na-alginat digunakan sebagai pembentuk gel (geling agent), pengemulsi dan penstabil emulsi (emulsifying and stabilizing agent), pensuspensi (suspending agent), pengikat (binding agent), penghalus (finishing agent), penegras kain (stiffening agent), pembentuk struktur (sizing agent), dan penjernih (clarifying agent).

Hasil uji farmakologi, Na-alginat merupakan senyawa serat yang mudah larut dalam air, membentuk suatu larutan kental dan tidak bisa dicerna oleh cairan yang disekresi dalam saluran cerna. Saat larut dalam air, serat natrium alginat membentuk kisi-kisi seperti jala yang mampu mengikat kuat banyak molekul air dan menahan zat terlarut air dengan baik. “Serat yang larut dalam air dapat menurunkan kadar kolesterol secara efektif,” jelas dokter lulusan Unand Padang ini. Karena serat akan mengikat asam empedu yang berguna untuk mengemulsikan lemak dan kolesterol yang terdapat dalam sistem saluran cerna, lalu membawanya keluar tubuh bersama dengan tinja sehingga kadar asam empedu dalam tubuh jadi berkurang.

Selanjutnya hati sebagai organ yang memproduksi asam empedu harus mengganti asam empedu yang hilang akibat diikat oleh serat. Untuk membentuk asam empedu, hati memerlukan kolesterol.Kolesterol dalam darah akan disirkulasikan ke hati, lalu di dalam hati kolesterol diurai menjadi asam empedu. Berkat jasa serat, kolesterol dalam darah dapat direduksi. “Ini berdasarkan hasil penelitian ilmuwan, terutama dengan pengujian hewan percobaan tikus,” katanya. Makanya disimpulkan jika rumput laut bermanfaat bagi kehidupan.

manfaat rumput laut

Menggali Manfaat Rumput Laut

BAGAI onggokan serat kusut berwarna hijau kehitaman dan berlendir, wujud rumput laut ketika habis dipanen mungkin tampak menjijikkan. Namun, tumbuhan berderajat rendah ini sesungguhnya merupakan "tambang emas".

DARI sumber hayati laut yang tidak menarik itu, bila diproses lebih lanjut dapat menghasilkan lebih dari 500 jenis produk komersial, mulai dari agar-agar dan puding yang jadi makanan kegemaran anak-anak, obat-obatan, kosmetik, sarana kebersihan seperti pasta gigi dan sampo, kertas, tekstil, hingga pelumas pada pengeboran sumur minyak.

Meski telah menghasilkan beragam manfaat, penggalian manfaat rumput laut hingga kini terus dilakukan di berbagai negara, sejalan dengan menguatnya gerakan kembali ke alam. Penggunaan unsur-unsur bioaktif rumput laut ini memang lebih banyak ditujukan untuk mengganti penggunaan bahan baku kimia sintetis yang membahayakan manusia dan lingkungan hidup.

Pemanfaatan rumput laut di Indonesia sendiri sebenarnya telah dimulai sejak tahun 1920. Tercatat ada 22 jenis rumput laut digunakan secara tradisional sebagai makanan, baik dibuat sayuran maupun sebagai penganan dan obat-obatan.

Sampai tahun 1990-an, penelitian telah berhasil mengembangkan pemanfaatan 61 jenis dari 27 marga rumput laut. Namun, penggunaannya selama itu masih terbatas untuk makanan dan obat. Belum ada upaya pengembangan lebih lanjut pada produk lain yang punya nilai ekonomis lebih tinggi.